Selasa, 04 Desember 2012

Sunshine and City Lights ( Chapter 1 )


Sinar Mentari dan Lampu Kota. Dua hal yang sangat disenangi Wendy. Perlahan-lahan, lampu kota yang dilihat matanya mulai hilang dan digantikan oleh sinar mentari yang muncul di ufuk timur dengan malu-malu. Wendy tersenyum kecil. Hanya dengan melihat peristiwa tersebut dapat membuat dirinya tenang dan masalah-masalahnya hilang dalam sekejap. Ia pun bangkit dari balkon kamarnya dan mengambil ransel.

Lagi-lagi mansionnya dalam keadaan kosong. Lampu-lampu masih menyala. Pasti Dad tak pulang tadi malam, pikir Wendy. Tiba-tiba telepon rumahnya berdering, langsung saja Ia menjawab panggilan tersebut.
                
“Ya, Wednesday Stone disini. Siapa ya?”.“Ah Wendy, ini Dad. Hari ini Aunt Anne akan datang ke mansion untuk dinner. Sore ini kau tak ada latihan Cheerleader kan?” Katanya. Wajah Wendy menunjukkan rasa kesal, ia pun menjawab pertanyaan Ayahnya dengan penuh emosi, “Hari ini aku ada latihan sampai malam! Maaf aku tidak bisa pulang cepat,” Wendy lalu membantingkan gagang telepon ke tempatnya. “Selalu saja Anne yang dipikirkannya! Sampai-sampai anak dan almarhum istrinya dilupakan! Argh!” geramnya. Ia membanting pintu mansionnya lalu berjalan ke lift dan keluar dari mansion.
                
“Hey Wendy!” sahut seseorang dari kejauhan. Wendy menoleh, dilihatnya Nadine berlari-lari kecil. “Nadine! Tumben sekali kau datang pagi,”. “Iya nih, aku disuruh berangkat cepat-cepat sama ibuku!” Nadine membalikkan badannya dan berteriak, “Greysoooooon! Cepat!”. Dari kejauhan seorang laki-laki berlari menuju mereka.

“Nadine, siapa itu?” Tanya Wendy. “Dia sepupuku, Greyson Chance. Dia baru saja pindah kemarin dan dia bersekolah di Mckinley High School!” Terang Nadine. Wendy mengangguk sambil melihat Greyson mendekati mereka. “Aduh Nadine, jangan cepat-cepat dong!” gerutunya. “Terserah aku dong! Oh iya, Greyson ini Wendy, dia sahabatku yang selalu kuceritakan padamu! Ingat?”.

Menceritakan tentang Wendy? Apa maksudnya?

“Aku Greyson. Senang bertemu denganmu.”.”Ya, aku juga.” Lalu mereka bertiga terdiam. Suasana terasa sangat Awkward, Nadine pun mulai menarik tangan Wendy dan Greyson lalu berkata dengan cerianya, “C’mon! kita berangkat!”. Mereka bertiga  berangkat ke Mckinley High School.

To Be Continued....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar