Selasa, 04 Desember 2012

Sunshine and City Lights ( Chapter 2 )


Sore pun akhirnya tiba, inilah yang paling ia takuti. Latihan cheerleader sudah usai sejak jam lima sore. Ia terlanjur bilang pada Dad bahwa dia akan pulang agak larut, jadi Ia tak bisa dan tak akan pulang sekarang. Haruskah dia pulang dan ikut dinner bersama Anne? Tidak, Tidak harus. Wendy saja tidak mau berbagi oksigen dengannya.

Wendy melamun sambil melihat langit sore. Dia bingung, kemana dia seharusnya pergi? Oh andaikan Mom masih bernapas di dunia ini pasti aku tak akan mengalami masalah ini, batinnya.
                
“Hey Captain! Sedang apa? Kok melamun? Nanti kesurupan lho…”.Wendy terbangun dari lamunannya. Tiba-tiba saja Nadine berada di sebelahnya. “Pasti kau lagi kesulitan ya? Ceritakan saja padaku!” Wendy menarik napasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya. “It’s about My Dad. Anne, pacarnya, sudah menghilangkan semua ingatannya tentang anaknya ini dan almarhum istrinya. Kupikir Anne adalah nenek sihir! Setiap malam pasti Dad berada di rumah Anne dan meninggalkanku sendiri di mansion. Ayah macam apa itu?!” kata Wendy, emosinya meluap-luap. “Tenang, tenang Wendy. Jadi apa inti masalahmu itu?” Nadine bertanya. “Malam ini dia akan mengajak Anne dinner di mansionku. Aku bilang aku akan berlatih cheerleader hingga malam. Sekarang aku harus pergi kemana? Aku tak mau pulang….”. Mereka berdua pun terdiam, Nadine terlihat berpikir keras demi menemukan jalan keluar untuk sahabatnya itu. “Ah! Bagaimana kalau kau ikut aku dan Edmund ke tengah kota?! It’ll be fun!”.”Tidak, terima kasih. Nanti aku jadi kambing congek lagi,”. “Tidak akan! Kan kau bersama Greyson! Kumohon….” Nadine memegang tangan Wendy lalu menunjukkan ‘tatapan penuh harap’nya. “Oke baiklah, ayo kita pergi!”

To Be Continued....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar