Kamis, 27 Desember 2012

Sunshine and City Lights (Chapter 7)


Hari berlangsung sangat cepat. Rasanya baru kemarin Dad menanyakan tentang pengganti Mom. Sampai saat ini Wendy belum menjawabnya. Dia menghabiskan seminggu ini hanya dengan diam dan melamun saja, melamun memikirkan tentang jawaban apa yang harus dikatakan kepada Dad. Di kelas apa pun dia tetap melamun dan melihat papan tulis dengan pandangan kosong.
Akhirnya saat yang ditunggu telah tiba, yaitu bel pulang sekolah. Semua anak di kelasnya bersorak gembira karena hari ini adalah hari terakhir sekolah. Tidak seperti yang lain, Wendy hanya cemberut. Ia keluar dari kelasnya dan menuju ke lapangan football untuk berdiam diri, mencoba melepas bebannya. Ia duduk di kursi lalu membenamkan wajahnya di lengannya. Pertanyaan Dad masih terngiang-ngiang, tak lama kemudian air mata menetes dari sudut matanya. Wendy ingin sekali menjawab ‘tidak’, tetapi jawaban itu pasti tidak akan ditanggapi oleh Dad. Wendy menangis, menangis tersedu-sedu.  Ia berteriak sekencang-kencangnya, tidak peduli pada sekelilingnya karena itu bisa membuat bebannya lenyap.
“Wendy!” teriak seseorang dari arah kiri. Wendy tetap membenamkan wajahnya. Suara langkahan kaki terdengar oleh Wendy, seseorang sedang berjalan mendekatinya. Orang itu kini berdiri tepat di depan Wendy, lalu kedua tangan orang itu memegang bahu Wendy. “Wendy berhentilah! Ini aku, Greyson,” sahutnya. Wendy mengangkat kepalanya perlahan, ternyata benar itu adalah Greyson.
“Ada apa denganmu?” Tanya Greyson.
Wendy mengusap air mata dari pipinya. Dia memandang Greyson sejenak, sebuah senyuman muncul dari bibirnya. “Aku sedang dalam masalah berat, Greyson”.
“Kau tahu, aku mencarimu kemana-mana, ternyata kamu ada disini,”
Wendy menatap heran. Untuk apa Greyson mencarinya?
“Aku hanya ingin bertanya,”
“Tanya apa?”
“Aku punya dua tiket untuk pergi ke New York City malam ini. Do you wanna come with me?”
“Entahlah Grey, aku bingung,”
“Ayolah, Hanya malam ini saja kok. You need a break!”
Wendy terdiam sebentar, dilihatnya Greyson yang tetap berdiri di depannya, menunggu jawaban atas ajakan itu. “Baiklah. Aku akan tunggu di rumahmu, jam 7 malam,” kata Wendy. Senyum Greyson mengembang perlahan, tiba-tiba Greyson menarik tangan Wendy dan berkata, “Ayo kita pulang! Tonight is gonna be the best night ever!”

To Be Continued....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar