Hari
berlangsung sangat cepat. Rasanya baru kemarin Dad menanyakan tentang pengganti
Mom. Sampai saat ini Wendy belum menjawabnya. Dia menghabiskan seminggu ini
hanya dengan diam dan melamun saja, melamun memikirkan tentang jawaban apa yang
harus dikatakan kepada Dad. Di kelas apa pun dia tetap melamun dan melihat
papan tulis dengan pandangan kosong.
Akhirnya
saat yang ditunggu telah tiba, yaitu bel pulang sekolah. Semua anak di kelasnya
bersorak gembira karena hari ini adalah hari terakhir sekolah. Tidak seperti
yang lain, Wendy hanya cemberut. Ia keluar dari kelasnya dan menuju ke lapangan
football untuk berdiam diri, mencoba melepas bebannya. Ia duduk di kursi lalu
membenamkan wajahnya di lengannya. Pertanyaan Dad masih terngiang-ngiang, tak
lama kemudian air mata menetes dari sudut matanya. Wendy ingin sekali menjawab
‘tidak’, tetapi jawaban itu pasti tidak akan ditanggapi oleh Dad. Wendy
menangis, menangis tersedu-sedu. Ia
berteriak sekencang-kencangnya, tidak peduli pada sekelilingnya karena itu bisa
membuat bebannya lenyap.
“Wendy!”
teriak seseorang dari arah kiri. Wendy tetap membenamkan wajahnya. Suara
langkahan kaki terdengar oleh Wendy, seseorang sedang berjalan mendekatinya.
Orang itu kini berdiri tepat di depan Wendy, lalu kedua tangan orang itu
memegang bahu Wendy. “Wendy berhentilah! Ini aku, Greyson,” sahutnya. Wendy
mengangkat kepalanya perlahan, ternyata benar itu adalah Greyson.
“Ada
apa denganmu?” Tanya Greyson.
Wendy
mengusap air mata dari pipinya. Dia memandang Greyson sejenak, sebuah senyuman
muncul dari bibirnya. “Aku sedang dalam masalah berat, Greyson”.
“Kau
tahu, aku mencarimu kemana-mana, ternyata kamu ada disini,”
Wendy
menatap heran. Untuk apa Greyson mencarinya?
“Aku
hanya ingin bertanya,”
“Tanya
apa?”
“Aku
punya dua tiket untuk pergi ke New York City malam ini. Do you wanna come with me?”
“Entahlah
Grey, aku bingung,”
“Ayolah,
Hanya malam ini saja kok. You need a
break!”
Wendy
terdiam sebentar, dilihatnya Greyson yang tetap berdiri di depannya, menunggu
jawaban atas ajakan itu. “Baiklah. Aku akan tunggu di rumahmu, jam 7 malam,” kata
Wendy. Senyum Greyson mengembang perlahan, tiba-tiba Greyson menarik tangan
Wendy dan berkata, “Ayo kita pulang! Tonight
is gonna be the best night ever!”
To Be Continued....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar